Kolaborasi GAIA Dental Clinic dan Yoga Blooms Society Hadirkan Pengalaman Wellness yang Lebih Lengkap

Pekanbaru, 26 Juli 2026 — Kegiatan olahraga kini tidak lagi hanya identik dengan menjaga kebugaran tubuh. Bersama Yoga Blooms Society, GAIA Dental Clinic…

Pekanbaru, 26 Juli 2026 — Kegiatan olahraga kini tidak lagi hanya identik dengan menjaga kebugaran tubuh. Bersama Yoga Blooms Society, GAIA Dental Clinic menghadirkan pengalaman wellness yang lebih menyeluruh melalui layanan pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi di Unilak Lacof pada Minggu (26/7).

Usai mengikuti sesi yoga, para peserta diajak memanfaatkan layanan pemeriksaan gigi gratis yang tersedia di area kegiatan. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan gigi yang selama ini belum pernah diperiksakan.

Tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan, tim GAIA juga berbagi informasi mengenai hubungan kesehatan gigi dengan kualitas hidup sehari-hari, mulai dari kenyamanan saat makan, berbicara, hingga pentingnya menjaga kesehatan mulut sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selama proses pemeriksaan, dokter menggunakan kamera intraoral untuk membantu peserta melihat kondisi rongga mulut mereka secara lebih jelas. Pendekatan visual ini membuat proses konsultasi berlangsung lebih komunikatif karena peserta dapat memahami hasil pemeriksaan secara langsung.

Kegiatan ini didukung oleh drg. Elicya Eka Putri dan drg. Shania Sintia Melani, yang memberikan pemeriksaan sekaligus edukasi mengenai langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan gigi dalam kehidupan sehari-hari.

Chief Executive Officer GAIA Dental Clinic, drg. Indira Ika Christianti, M.Kes., mengatakan bahwa menghadirkan edukasi kesehatan di tengah komunitas merupakan salah satu bentuk komitmen GAIA untuk semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan pengalaman yang positif, di mana masyarakat dapat menikmati aktivitas yang mereka sukai sekaligus memperoleh manfaat berupa edukasi dan layanan kesehatan. Dengan cara ini, kami berharap kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dapat tumbuh secara alami,” tuturnya.

Head of Clinic GAIA Pekanbaru Arifin Ahmad, Tiara Niken Rahmadhina, S.K.M., menilai antusiasme peserta menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap layanan kesehatan yang hadir di ruang-ruang komunitas.

Kolaborasi bersama Yoga Blooms Society ini menjadi salah satu langkah GAIA Dental Clinic dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, relevan, dan mudah diakses, sekaligus mengajak masyarakat menjadikan kesehatan gigi sebagai bagian dari perjalanan menuju hidup yang lebih sehat.

Share the Post:

Related Posts

Karang Gigi Tidak Bisa Hilang dengan Sikat Gigi, Mitos atau Fakta?

Pernah merasa sudah rajin menyikat gigi dua kali sehari, tetapi masih melihat ada noda keras berwarna kekuningan atau kecokelatan di sela-sela gigi? Banyak orang mengira itu hanya sisa makanan yang menempel dan akan hilang jika disikat lebih kuat. Faktanya, jika noda tersebut sudah menjadi karang gigi, menyikat gigi sekeras apa pun tidak akan mampu menghilangkannya.

Lalu, benarkah karang gigi tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Karang Gigi?

Karang gigi adalah plak yang mengeras akibat bercampur dengan mineral yang terdapat di dalam air liur. Awalnya, plak merupakan lapisan tipis yang terbentuk dari sisa makanan, bakteri, dan air liur. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak akan mengeras menjadi karang gigi dalam beberapa hari.

Karang gigi biasanya muncul di area yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, seperti bagian belakang gigi depan bawah, sela-sela gigi, atau sepanjang garis gusi.

Mengapa Karang Gigi Tidak Bisa Hilang dengan Sikat Gigi?

Sikat gigi dirancang untuk membersihkan plak yang masih lunak. Namun, setelah plak mengeras menjadi karang gigi, teksturnya menjadi sangat keras dan melekat kuat pada permukaan gigi.

Menyikat gigi lebih keras justru tidak akan menghilangkan karang gigi. Sebaliknya, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan gusi terluka, enamel gigi terkikis, hingga meningkatkan risiko gigi menjadi sensitif.

Artinya, semakin lama karang gigi dibiarkan, semakin sulit pula membersihkannya tanpa bantuan dokter gigi.

Apa yang Terjadi Jika Karang Gigi Dibiarkan?

Sebagian orang menganggap karang gigi hanya mengganggu penampilan. Padahal, dampaknya jauh lebih besar dari itu.

Karang gigi menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab berbagai masalah kesehatan mulut, seperti:

  • Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi.
  • Bau mulut yang tidak kunjung hilang meski sudah rajin menyikat gigi.
  • Gusi bengkak dan kemerahan.
  • Penyakit jaringan penyangga gigi (periodontitis).
  • Gigi menjadi goyang hingga berisiko tanggal apabila kerusakan jaringan penyangga sudah cukup parah.

Semakin lama karang gigi menumpuk, semakin besar pula risiko terjadinya peradangan pada gusi dan jaringan di sekitarnya.

Jadi, Bagaimana Cara Menghilangkan Karang Gigi?

Karang gigi hanya dapat dibersihkan melalui tindakan scaling gigi yang dilakukan oleh dokter gigi menggunakan alat khusus, seperti ultrasonic scaler.

Alat ini menghasilkan getaran yang mampu melepaskan karang gigi dari permukaan gigi tanpa merusak struktur gigi yang sehat. Setelah karang gigi dibersihkan, dokter biasanya akan melakukan pembersihan lanjutan agar permukaan gigi terasa lebih bersih dan nyaman.

Scaling bukanlah tindakan untuk memutihkan gigi, melainkan prosedur perawatan yang bertujuan menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Apakah Scaling Gigi Perlu Dilakukan Secara Rutin?

Ya. Dokter gigi umumnya menyarankan scaling dilakukan setiap enam bulan sekali sebagai bagian dari pemeriksaan gigi rutin.

Namun, bagi orang yang memiliki penumpukan karang gigi lebih cepat, menggunakan behel, merokok, atau memiliki riwayat penyakit gusi, dokter mungkin akan menyarankan scaling dengan interval yang lebih sering sesuai kondisi masing-masing.

Bagaimana Cara Mencegah Karang Gigi?

Walaupun karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi, pembentukannya tetap dapat dicegah dengan kebiasaan yang baik, antara lain:

  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  • Membersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss atau sikat interdental.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis yang dapat memicu pertumbuhan bakteri.
  • Rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter setiap enam bulan.
  • Melakukan scaling secara berkala sesuai anjuran dokter gigi.

Kesimpulan

Jadi, anggapan bahwa karang gigi bisa hilang hanya dengan menyikat gigi adalah mitos. Menyikat gigi memang sangat penting untuk mencegah terbentuknya plak, tetapi ketika plak sudah mengeras menjadi karang gigi, dibutuhkan tindakan scaling oleh dokter gigi agar karang gigi dapat dibersihkan secara aman dan menyeluruh.

Menjaga kebersihan gigi setiap hari, disertai pemeriksaan dan scaling secara rutin, merupakan langkah terbaik untuk mencegah penyakit gusi, mengurangi bau mulut, serta menjaga kesehatan gigi agar tetap kuat dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Lewat GAIA Goes to School, Pelajar SMK Putra Jaya Batam Diajak Lebih Peduli Kesehatan Gigi

Batam, 30 Juli 2026 — Menjaga kesehatan gigi sering kali masih dianggap sebagai hal yang bisa ditunda, terutama di kalangan remaja. Padahal, berbagai masalah gigi dapat dicegah apabila pemeriksaan dilakukan secara rutin sejak dini. Pesan tersebut disampaikan GAIA Dental Clinic melalui program GAIA Goes to School yang berlangsung di SMK Putra Jaya Batam pada Kamis (30/7).

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memperoleh layanan pemeriksaan gigi gratis sekaligus berkonsultasi langsung dengan dokter mengenai kondisi kesehatan rongga mulut mereka. Banyak peserta memanfaatkan momen tersebut untuk mengetahui kondisi gigi yang selama ini belum pernah diperiksakan.

Tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tim GAIA juga memberikan penyuluhan mengenai kebiasaan sehari-hari yang berpengaruh terhadap kesehatan gigi, seperti pola konsumsi makanan manis, kebersihan mulut, serta pentingnya kontrol gigi setiap enam bulan sekali.

Agar proses edukasi lebih mudah dipahami, hasil pemeriksaan ditunjukkan melalui kamera intraoral yang menampilkan kondisi gigi secara langsung pada monitor. Pendekatan ini membantu siswa mengenali kondisi gigi mereka sendiri sekaligus memahami penjelasan dokter secara lebih jelas.

Seluruh layanan kesehatan pada kegiatan tersebut diberikan oleh drg. Sofira Nadia, yang turut memberikan arahan mengenai langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan gigi dalam kehidupan sehari-hari.

Chief Operating Officer GAIA Dental Clinic, Joshua Triputro Nugroho, S.T., mengatakan bahwa edukasi di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia muda.

“Ketika siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak sekarang, mereka akan membawa kebiasaan baik tersebut hingga memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Head of Clinic GAIA Batam, Rani Gusfira Zulfa, S.Sos., menambahkan bahwa pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan pemeriksaan langsung mampu membuat para siswa lebih memahami kondisi kesehatan mereka dibandingkan hanya menerima materi secara teori.

GAIA Dental Clinic berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi para pelajar untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan menjadikan pemeriksaan rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dilakukan secara konsisten.

Kolaborasi GAIA Dental Clinic dan Yoga Blooms Society Hadirkan Pengalaman Wellness yang Lebih Lengkap

Edukasi dan Pemeriksaan Gigi Gratis Warnai Aktivitas Warga di Lapangan Kantin Bukittinggi

Bukittinggi, 19 Juli 2026 — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi terus menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut terlihat dari antusiasme warga yang mengikuti kegiatan pemeriksaan gigi gratis yang diselenggarakan GAIA Dental Clinic di Lapangan Kantin Bukittinggi pada Minggu (19/7).

Tidak sedikit peserta yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi mengenai kondisi gigi yang selama ini belum pernah diperiksakan. Tim dokter memberikan penjelasan secara langsung mengenai kondisi kesehatan rongga mulut sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan masyarakat.

Selain pemeriksaan, peserta juga memperoleh penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi, pentingnya kontrol secara berkala, hingga kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kesehatan mulut.

Untuk membantu peserta memahami hasil pemeriksaan, dokter memanfaatkan kamera intraoral yang mampu memperlihatkan kondisi bagian dalam rongga mulut secara langsung. Dengan pendekatan tersebut, proses konsultasi menjadi lebih jelas karena peserta dapat melihat sendiri kondisi gigi yang sedang dijelaskan.

Tim medis yang bertugas, drg. Hafifah Hanum Suenda dan drg. Agnes Salma Putri, memberikan rekomendasi perawatan berdasarkan hasil pemeriksaan masing-masing peserta serta mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan gigi sebelum muncul keluhan.

Chief Operating Officer GAIA Dental Clinic, Joshua Triputro Nugroho, S.T., menilai bahwa edukasi kesehatan akan lebih efektif ketika hadir langsung di tengah masyarakat.

“Kami ingin mengajak masyarakat mengubah pola pikir bahwa dokter gigi bukan hanya didatangi saat sakit. Pemeriksaan rutin merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah banyak permasalahan kesehatan gigi,” katanya.

Head of Clinic GAIA Bukittinggi, Fadhila Hananta Putri, S.S., mengatakan bahwa antusiasme masyarakat menjadi motivasi bagi GAIA untuk terus menghadirkan layanan edukatif di berbagai lokasi agar semakin banyak orang memiliki akses terhadap informasi kesehatan yang benar.

Sebagai bentuk apresiasi, GAIA Dental Clinic juga membagikan merchandise dan voucher perawatan kepada peserta yang mengikuti kegiatan.

Melalui kegiatan ini, GAIA Dental Clinic terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan gigi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya budaya pemeriksaan gigi secara rutin di Kota Bukittinggi.

Warga Padang Manfaatkan Car Free Day untuk Deteksi Dini Kesehatan Gigi Bersama GAIA Dental Clinic

Padang, 12 Juli 2026 — Car Free Day di kawasan GOR Haji Agus Salim tak hanya menjadi tempat berolahraga dan berkumpul bersama keluarga. Bagi banyak warga, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan deteksi dini kesehatan gigi melalui layanan pemeriksaan gratis yang dihadirkan GAIA Dental Clinic Padang Simpang Haru.

Sejak kegiatan dimulai, masyarakat bergantian mengunjungi booth GAIA untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan gigi mereka. Tidak sedikit peserta yang mengaku sudah lama tidak memeriksakan gigi sehingga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengetahui kondisi rongga mulut secara langsung.

Selain pemeriksaan, tim GAIA juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi sebagai bagian dari upaya pencegahan. Masyarakat diajak memahami bahwa banyak permasalahan gigi dapat ditangani lebih cepat apabila ditemukan sejak tahap awal.

Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan bantuan kamera intraoral yang memungkinkan dokter menunjukkan kondisi gigi melalui layar monitor. Pendekatan ini membantu peserta memahami hasil pemeriksaan dengan lebih jelas sekaligus mengetahui area yang memerlukan perhatian.

Layanan pemeriksaan dipandu oleh drg. Sri Intan Millenia dan drg. Farhan Wiranda. Selama kegiatan berlangsung, keduanya tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai penyebab berbagai masalah gigi serta langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

General Manager GAIA Dental Clinic, Rezi Novita Sari, S.K.M., mengatakan bahwa menghadirkan layanan kesehatan di ruang publik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.

“Banyak masalah gigi berkembang tanpa disadari karena tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah sederhana yang dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Clinic GAIA Simpang Haru, Shelsa Irfa Zazdkia, S.K.M., menyampaikan bahwa kegiatan di Car Free Day juga menjadi kesempatan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat dalam suasana yang lebih santai.

Menurutnya, pendekatan seperti ini membuat masyarakat lebih nyaman untuk bertanya mengenai kondisi kesehatan gigi maupun kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kesehatan mulut.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta juga memperoleh berbagai merchandise dan voucher perawatan yang dapat dimanfaatkan saat berkunjung ke GAIA Dental Clinic.

Melalui keikutsertaannya dalam Car Free Day Padang, GAIA Dental Clinic terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong budaya pemeriksaan gigi secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup yang lebih baik.

GAIA Dental Clinic dan Ruangguru Berkolaborasi Bangun Kesadaran Kesehatan Gigi Pelajar di MAN 1 Pekanbaru

Kolaborasi antara dunia kesehatan dan pendidikan menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang lebih sehat. Berangkat dari semangat tersebut, GAIA Dental Clinic bersama Ruangguru menghadirkan program GAIA Goes to School di MAN 1 Pekanbaru pada Jumat, 19 Juni 2026.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diajak untuk memahami bahwa prestasi belajar tidak hanya didukung oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kondisi kesehatan yang baik, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Edukasi dikemas secara interaktif sehingga siswa dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia remaja. Selain mengikuti penyuluhan, para siswa juga memperoleh kesempatan melakukan pemeriksaan gigi gratis dan berkonsultasi langsung dengan dokter gigi mengenai kondisi kesehatan rongga mulut mereka.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pemeriksaan menggunakan kamera intraoral. Dengan teknologi tersebut, siswa dapat melihat kondisi gigi mereka secara langsung melalui layar monitor. Cara ini membuat proses edukasi menjadi lebih mudah dipahami karena peserta dapat melihat sendiri kondisi giginya dan memperoleh penjelasan langsung dari dokter.

Pemeriksaan dan konsultasi dilakukan oleh drg. Annisa Oktavia dan drg. Husna Ramaiyah Nasution, yang turut memberikan edukasi mengenai kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan gigi, mulai dari teknik menyikat gigi yang benar hingga pentingnya melakukan pemeriksaan secara rutin. Selain layanan pemeriksaan, peserta juga menerima berbagai merchandise dan voucher perawatan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut.

Chief Operating Officer GAIA Dental Clinic, Joshua Triputro Nugroho, S.T., mengatakan bahwa kolaborasi bersama Ruangguru menjadi salah satu upaya menghadirkan edukasi kesehatan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia pelajar.

“Kami percaya bahwa sekolah merupakan tempat yang tepat untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mulai menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Clinic GAIA Pekanbaru Riau, Khatrul Nada Azzahra, S.Gz., menambahkan bahwa sinergi dengan Ruangguru membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak pelajar melalui kegiatan edukasi yang interaktif dan mudah dipahami.

Menurutnya, ketika dunia pendidikan dan layanan kesehatan berjalan beriringan, pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan akan lebih mudah diterima oleh generasi muda dan memberikan dampak yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi bersama Ruangguru dalam program GAIA Goes to School, GAIA Dental Clinic berharap semakin banyak pelajar yang tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga kesehatan gigi merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas belajar, rasa percaya diri, dan kualitas hidup di masa depan.

Form Reservasi